Saatnya Membentuk Kepribadian Manusia Indonesia Seutuhnya Melalui Pendidikan Karakter


Penjajahan secara Pendekar 1fisik yang terjadi pada beberapa puluh tahun yang lalu, seiring dengan era globalisasi berganti menjadi penjajahan di bidang ekonomi, budaya dan politik. Mesmedia cetak ataupun elektronik banyak dikuasai kaum kapitalis modern, sehingga opini negara berkembang kurang bisa diapresiasi dunia internasional.

Pada tahun 1922 hal ini telah diprediksi dalam tulisan Ki Hadjar Dewantara (KHD). Tentang zaman yang akan datang, maka rakyat kita ada di dalam kebingungan. Seringkali kita tertipu oleh oleh keadaan, yang kita pandang perlu dan laras untuk hidup kita, padahal itu adalah keperluan bangsa asing. Lagipula kita sering mementingkan pengajaran yang hanya menuju terlepasnya pikiran (intelektualisme), padahal pengajaran itu membawa kita kepada gelombang penghidupan yang tidak merdeka dan memisahkan orang-orang terpelajar dengan rakyatnya.

Dalam zaman kebingungan ini seharusnyalah keadaan kita sendiri (culturhistorishe/local wisdom) kita pakai sebagai penunjuk jalan mencari penghidupan baru yang selaras dengan kodrat kita dpendekar 3an akan memberi kedamaian dalam hidup kita. Dengan keadaan bangsa kita sendiri kita lalu pantas berhubungan dengan keadaban bangsa asing.

 Dalam arus budaya universal sekarang ini terasa bahwa prediksi KHD tersebut benar adanya. Ketergantungan pemerintah kita terhadap perekonomian negara kapitalis dan adikuasa telah mengurangi kemerdekaan bangsa kita. Badan dunia yang dikuasai kaum kapitalis sangat dominan mempengaruhi kebijakan perekonomian nasional. Di bidang politik, negara kira tidak lagi bebas mengeluarkan opsi sesuai isi pembukaan UUD kita bahwa penjajahan (dalam bentuk apapun) di muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Budaya kaum imperialis dengan mudah menyusup ke dalam rumah warga bangsa Indonesia melalui media cetak, teknologi informasi, film, seni budaya.

Seyogyanya pada keadaan ini kita harus memperkuat Nation and Character Building menuju Indonesia yang merdeka berdaulat di bidang budaya, politik dan ekonomi. Dengan mengambil puncak sari kebudayaan daerah kita mampu membangun budaya bangsa yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Hanya bangsa besar dan berkepribadian nasional yang mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia. Kearifan lokal (local wisdom) di daerah mampu menyumbangkan pembentukan budaya bangsa yang beradab dan disegani negara lain. Modal paling penting menuju pembentukan karakter bangsa adalah melalui pendidikan dan pengajaran.

Para pengamat pendidikan nasional tanah air banyak menyorot bahwa pelaksanaan pendidikan dan pengajaran saat ini cenderung ke aspek kognitif. Pendidikan semacam ini banyak menekankan pada bidang intelektualisme, yang akan menjauhkan kaum terpelajar dengan rakyatnya, selanjutnya memperlebar jurang kaya dan miskin. KHD menuliskan bahwa pendidikan pengajaran yang bermanfaat bagi bangsa adalah pendidikan pengajaran yang merata ke segenap masyarakat bangsa. Sistem among dengan “tut wuri handayani” yang menjadi lambang Diknas, tidak lagi dilaksanakan dengan konsisten. Tujuan utama sistem among adalah memerdekaan peserta didik secara lahir-batin dan tenaganya.

Kemerdekaanpendekar 2 jiwa ini sangat dibutuhkan para pemimpin maupun rakyat kita pada pra kemerdekaan maupun pada era pembangunan bangsa. Sistem among berlandaskan kodrat alam kuasa Illahi, dimana masing-masing siswa telah memiliki talenta yang berbeda-beda dan guru/pamong hanya bisa tut wuri handayani. Pamong pendidik tidak dibenarkan memaksakan kehendaknya apalagi dengan hukuman paksaan, karena akan menghambat jiwa merdeka sang anak.

Bangsa Indonesia wajib bersyukur kepada Tuhan YME karena telah menerima karunia tanah air yang subur dengan kemerdekaan secara de jure. Kewajiban para warga negaranya untuk mengisi dan meneguhkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka karakter berwawasan kebangsaan dan misi bela negara harus menyala di dada kaum muda penerus generasi bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s