MENULIS KARYA ILMIAH


Oleh : Wahid N. Aman

A. Pengantar

Menulis pada hakikatnya adalah menyajikan gagasan, pendapat, perasaan atau sikap ke dalam bentuk tulisan untuk disampaikan kepada khalayak tertentu.Gagasan, pendapat, perasaan dan sikap seseorang dituangkan dalam tulisan sesuai dengan pengalamannya.Pengalaman adalah keseluruhan pengetahuan yang diperoleh melalui persepsi indrawi.

Menulis merupakan suatu proses, bukan tugas yang sekali jadi.Proses itu mulai dari menemukan topik, membatasi topik, memecah topik menjadi kerangka dan mengembangkan kerangka menjadi sebuah karangan.Menuangkan buah pikiran secara teratur dan terorganisasi dengan baik ke dalam sebuah tulisan sehingga pembaca dapat memahami jalan pikiran seseorang, tidaklah mudah.Hal ini memerlukan latihan dan bimbingan yang intensif/kontinyu.

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh seseorang.Sebagai aspek kemampuan berbahasa, menulis dapat dikuasai oleh siapa saja yang memiliki kemampuan intelektual yang memadai.Kecerdasan menulis harus dilatih berulang-ulang agar seseorang mampu menghasilkan tulisan yang baik, terutama karya ilmiah.

Hernowo, seorang guru SMA Muthahari Jakarta mempersepsi menulis sebagai aktivitas “mengikat makna”.Mengikat makna berarti merumuskan sesuatu yang masuk ke kepala kita secara tertulis dan hal-hal yang tertulis itu benar-benar kita pahami (syukur-syukur dapat kita maknai pula).Sebelum sampai ke aktivitas “mengikat makna”seseorang perlu mengawali aktivitas tersebut dengan “menghimpun makna”.Istilah “menghimpun makna” merupakan padanan kata membaca, terutama membaca buku.

Secara efektif, kita baru memperoleh ilmu apabila hal-hal yang masuk ke kepala kita baik lewat membaca buku, mendengarkan ceramah, khutbah, pidato atau pelbagai macam sumber- dapat kita rumuskan secara tertulis.

Apa yang dihimpun oleh pembaca saat membaca buku?Yang dihimpun adalah gagasan sang pengarang/penulis buku. Dan gagasan ini biasanya tersebar secara acak. Karena itu seorang pembaca harus memahami secara alinea per alinea kemudian mengaitkan apa yang dipahaminya dengan alinea lain, demikian seterusnya.Proses seperti inilah, oleh Hernowo disebut sebagai membaca untuk “menghimpun makna” dan akhirnya  sampai pada “mengikat makna”.

Nah, sebelum saya mengajak bapak/ibu sekalian untuk memasuki dunia tulis menulis dalam bingkai ilmiah-seperti menyusun skripsi, membuat laporan penelitian, laporan pertanggungjawaban, menulis makalah, paper, menulis untuk jurnal-jurnal ilmiah, dll, semoga kita sudah memiliki persepsi yang sama tentang membaca dan menulis.

Dalam makalah singkat ini saya akan menjelaskan dua hal, yakni pertama tentang kriteria sebuah tulisan dapat disebut sebagai tulisan ilmiah; dan yang kedua tentang bagaimana membuat sebuah tulisan yang memenuhi syarat-syarat keilmiahan.

B. Kriteria Sebuah Tulisan Ilmiah

Secara garis besar, yang membuat sebuah tulisan dikatakan ilmiah adalah kesimpelan atau kesederhanaan strukturnya.Tulisan tersebut gampang dibaca karena kalimat-kalimatnya pendek dan alineanya tidak memenuhi sehalama buku.Lalu, ada penjelasan yang cukup mengenai istilah-istilah yang dipandang rumit dan biasanya berasal dari bahasa asing.Yang lain, jika dibaca tulisan itu mengasyikan pembacanya.

Menurut  Anton M Moeliono, tulisan ilmiah harus memenuhi kaidah-kaidah reasoning (sesuai dengan penalaran).Sebuah kata yang dipilih tidak boleh memberikan makna yang ambigu atau memiliki makna ganda.Sebuah kalimat yang disusun harus logis, tidak berbelit-belit dan mudah diserap maknanya.Terutama dalam menulis skripsi, seseorang harus berhati-hati dalam memilih kata dan menyusun kalimat.

Contoh kata yang memiliki makna ganda, misalnya, “bisa” dan “bunga”.Membuat kalimat tentang ular beracun dan berbisa misalnya,  hindarilah penggunaan kata “bisa”

untuk diartikan “dapat”.Kita harus mengunakan kata “dapat” untuk menggantikan kata “bisa” yang sudah kita pastikan untuk memaknai bahwa ular itu beracun.Atau, dengan cara lain, kata “bisa” harus dibuang supaya tidak membingungkan.

Menyusun kalimat dengan menggunakan kata “bunga”.Perlu dibedakan, mahasiswa jurusan ekonomi menggunakan kata bunga tentunya berkaitan dengan dunia perbankan, sedangkan mahasiswa jurusan pertanian/perkebunan menggunkan kata bunga merujuk pada tanaman hias.Bagaimana kata “bunga “merujuk pada pengertian bertambahnya nilai uang tabungan dan kata “bunga” yang mengandung arti tanaman yang mengeluarkan wewangian,  tentunya kita dapat membedakan  dan dapat pula membuat kalimatnya.Hal-hal tersebut barulah sebatas ungkapan-ungkapan yang sangat sederhana.Menulis skripsi tidaklah sesederhana seperti contoh-contoh di atas.

Perlu dipahami bahwa tulisan ilmiah sangat mementingkan diksi (pilihan kata).Contoh pemilihan kata bisa atau dapat merupakan permasalahan yang menyangkut diksi.Diksi dalam penulisan ilmiah mendorong seseorang untuk menggunakan kata-kata yang tepat dan akurat.Persoalan berikut adalah, bagaimana menyusun kalimat yang logis?Menurut Meithy Djiwatampu, kalimat yang bernalar dapat tercipta apabila rangkaian kalimat tersebut memiliki struktur yang koheren.Struktur koheren mengandung tiga hal penting, yaitu, 1) seperangkat kelompok informasi yang dapat dibedakan satu sama lain.2) sambungan-sambungan yang dapat mengikat kelompok-kelompok informasi tersebut.3) suatu tema yang memberikan makna secara keseluruhan dan memberi bentuk pada sederet tulisan.

Yang tak kalah penting dari semua itu adalah  seorang penulis karya ilmiah harus memperhatikan komposisi tulisannya.Karena faktor komposisi inilah membuat sebuah tulisan menjadi indah, dan mengasyikan untuk dibaca.Menurut Gorys Keraf, komposisi secara umum adalah “penempatan atau penyusunan beberapa unsur ke dalam suatu paduan yang harmonis”.Sasaran komposisi yang mempergunkana bahasa (karang mengarang) diarahkan untuk dua hal, yakni kepaduan dan keharmonisan estetis serta kepaduan dan keharmonisan intelektual (logis).

C. Cara Membuat Tulisan Ilmiah

Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika). Tulisan yang baik (masuk kategori ilmiah) memanfaatkan kedua belahan otak.Banyak penulis skripsi yang macet dalam menuliskan gagasan selanjutnya karena hanya terpaku pada pemfungsian otak kiri. Mereka hanya pandai membuat perencanaan “outline”, berkutat dengan tata bahasa, memikirkan penyuntingan, repot melakukan “rewriting” (penulisan kembali) gara-gara ungkapan tertulisnya tidak dipahami oleh dosen pembimbing, melakukan penelitian yang meletihkan, dan mengurusi tetek bengek tanda baca. Agar tidak terjadi hal-hal seperti itu, mahasiswa/penulis skripsi dianjurkan juga untuk memfungsikan otak kanan terlebih dahulu. Bagaimana caranya? (lihat gambar 1).Foto copy gambar!

Pertama, coba rasakan saat Anda memutuskan untuk menentukan tema skripsi Anda.Apakah Anda memiliki semangat besar untuk bergulat dengan tema skripsi yang Anda tentukan?.Apakah saat Anda menentukan sebuah tema, misalnya, “Kemiskinan di Desa Yang Semakin Besar dan Membahayakan Stabilitas Negara” semakin menggebu-gebu Anda dan ide mangalir dengan luar biasa?

Kedua, bagaimana perasaan Anda saat menentukan tema skripsi Anda?.Meluap?, membanjir? tiba-tiba Anda merasa ada sesuatu yang ingin dikeluarkan lewat pikiran Anda?Pada kondisi itu Anda harus segera menulis apa yang terlintas di pikiran saat itu agar tidak hilang dan berlalu begitu saja.Pikiran yang tak terbendung itu bakal menjadi ide cemerlang dalam mengembangkan tulisan Anda.

Ketiga, bagaimana keadaan emosi Anda saat menetapkan sebuah tema untuk skripsi Anda?.Kemungkinan diri Anda terlibat total di dalamnya atau dingin-dingin saja alias tidak ada sesuatu yang mengesankan?Apa yang dapat Anda kaitkan tentang tema yang dipilih dan diri pribadi Anda.Berjarakkah tema itu dengan diri Anda atau tema itu merupakan cerminan diri Anda?Cobalah rasakan getaran emosi Anda ketika memikirkan tema yang Anda pilih.

Keempat, perluaslah wawasan dan perkayalah perspektif Anda dalam bergulat dengan tema skripsi Anda.Masukkan ke dalam tema tersebut suatu hal yang tidak pernah Anda bayangkan atau pikirkan sebelumnya.Berilah kesempatan hati Anda untuk “mengecat” dengan warna apapun, asalkan warnanya beragam dan mencerminkan keindahan.

Kelima, gunakan secara efektif imajinasi Anda.Ini merupakan kekuatan tersembunyi Anda yang jarang dimanfaatkan secara sadar, saat Anda menuliskan sebuah karya ilmiah.Imajinasi akan membantu Anda dalam menerobos kendala dan menemukan hal-hal baru.

Keenam, paculah antusiasme atau gairah Anda membicarakan tema skripsi yang telah Anda tentukan.Apa bila tidak ada gairah yang muncul secara spontan saat Anda membicarakan tema skripsi, tampaknya Anda harus mengganti tema tersebut.Anda harus memilih sebuah tema baru yang membuat gairah Anda menyala berkobar-kobar.

Ketujuh,  coba gunakan potensi yang ada dalam diri Anda untuk melakukan pembayangan (visualisasi).Adakah dalam benak Anda terbayang sesuatu yang hebat yang muncul apabila Anda menuliskan tema skripsi Anda?Apakan akan muncul sesuatu yang baru dan bermanfaat  bagi umat manusia?Cobalah cari sesuatu yang gres dan fresh di dalam upaya Anda mengeksplorasi tema Anda ke ssudut terjauh bidang keilmuan Anda.

Kedelapan, bagaimana perasaan Anda apa bila bersentuhan dengan tema skripsi Anda?Diri Anda lantas melayang-layang di udara?Ada perasaan gembira yang tak terbendung dan hendak meluap?Coba renungkan dan carilah di sudut-sudut terdalam hati Anda tentang kesenangan, kebahagiaan, atau hal-hal yang membuat Anda merasa tersanjung berkaitan dengan tema skripsi Anda.Dengan ini Anda akan merasa ringan dalam mengembangkan tema skripsi Anda.

Setelah kedelapan tahap memfungsikan belahan otak kanan berhasil Anda lalui, cobalah kemudian kembali memfungsikan belahan otak kiri yang tentunya mudah sekali Anda lakukan.Apabila Anda berhasil membuat rancangan penulisan skripsi Anda sesuai dengan yang diingini otak kiri kemudian gabungkanlah kedua hasil itu secara sinergis, tentulah Anda berhasil dalam membuat skripsi (dalam dimensi tulisan ilmiah).

Berikut ini beberapa tip yang dapat Anda ikuti dan berlatih saat Anda merasa kesulitan menuliskan sesuatu berkaitan dengan skripsi Anda.Tip-tip ini saya ambilkan dari buku “Quantum Learning” karya Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, khususnya di bab VIII yang berjudul “Menulis dengan Penuh Percaya Diri” dalam Hernowo “Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza”.

Tip pertama, pengelompokan atau “clustering”

Tip kedua, menulis cepat atau “fastwriting”

Ketika ingin menulis, di benak Anda sudah banyak konsep dan gagasan, tetapi sangat sulit mengungkapkannya pada selembar kertas atau layar computer.Masalah lain, Ketika sedang menulis, Anda mungkin mengalami jalan buntu?Nah, untuk memecahkan kebuntuan ini Anda dapat berlatih menuangkan ide dengan cepat.Misalnya di benak Anda pada saat itu hanya ada kata-kat ini :kok sulit ya? kok sulit ya? kok sulit ya? dst…atau pung sulit lai/pung susah lai, dst… Menurut tip ini Anda diminta untuk menulis kok sulit ya? atau pung sulit lai/pung susah lai berulang-ulang sampai di benak Anda muncul semacam ilham (learning connection) disaraf-saraf otak Anda yang membuat sekumpulan gagasan bermakna tiba-tiba muncrat tak terbendung keluar dari kepala Anda.

Tip ketiga, menuliskan pengalaman Anda

Ini termasuk tip penting supaya Anda dapat menuliskan sesuatu secara ilmiah.Anda membuat skripsi secara mantap dan hebat  apabila yang Anda tuliskan itu memang berasala dari diri Anda, terutama Anda alami secara langsung.Tulisan ilmiah yang dapat disajikan secara menawan memerlukan pengalaman langsung.Jika yang Anda alami itu abstrak, tentu yang anda tuliskan itu abstrak pula.Hati-hati, pengalaman abstrak berpotensi menjerumuskan seseorang menjadi manusia plagiat.

D. Penutup

Demikianlah gambaran umum tentang kriteria sebuah tulisan ilmiah dan tip-tip menuliskannya.Tentunya makalah ini masih terbatas ulasan/uraiannya sehingga bapak/ibu perlu mendalami lagi melalui literatur lainnya sehingga tumbuh pamahaman yang utuh/holistik tentang sebuah tulisan ilmiah.

“PERKAYALAH TERUS WAWASAN ANDA

DENGAN MEMBACA DAN MENULIS”

“DENGAN MEMBACA WAWASAN ANDA MENJADI LUAS

DENGAN MENULIS ANDA DAPAT MENEMUKAN JATI DIRI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s