PENDIDIKAN YANG BERMUTU ? Apa yang harus dilakukan


Rochmansyah Rochmani – Judul tulisan ini merupakan pertanyaan awal untuk mengantar kita pada sebuah dimensi berpikir yang konstruktif sebagai wujud kepedulian kita terhadap pendidikan yang bermutu.  Tujuan pendidikan yang kita harapkan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. Pendidikan harus mampu mempersiapkan warga negara agar dapat berperan aktif dalam seluruh lapangan kehidupan, cerdas, aktif, kreatif, terampil, jujur, berdisiplin dan bermoral tinggi, demokratis, dan toleran dengan mengutamakan persatuan bangsa dan bukannya perpecahan (sutikno,2005:1).

Pendidikan yang bermutu adalah dambaan semua orang, karena melalui  pendidikan yang bermutu akan lahir berjuta-juta orang cerdas, cerdas zahir dan bathin. Dengan kecerdasan yang demikian diharapkan akan tercipta suatu tatanan masyarakat madani ( civil society ) yang sangat menjunjung tinggi pluralitas dan keberagaman.

Akan tetapi untuk menggapai kondisi masyarakat ideal seperti ini tentunya akan dihadapkan pada berbagai persoalan dan kendala.

Namun demikian, pendidikan yang bermutu tetap menjadi sebuah keharusan, mengapa? Untuk menemukan jawaban dibalik pertanyaan ini, perlu dilakukan konstruksi pola berpikir dengan kisaran pemikiran yang berawal dari konsep jaminan mutu (quality assurance ) untuk menumbuhkan budaya peduli mutu sejalan dengan munculnya gerakan akuntabilitas public.

Tuntutan akan jaminan mutu dalam dunia pendidikan merupakan gejala yang wajar karena penyelenggaraan pendidikan yang bermutu merupakan bagian dari akuntabilitas public. Setiap komponen atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pendidikan , seperti orang tua murid, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia kerja, maupun pemerintah dalam peran dan kapasitasnya masing-masing memiliki kepentingan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu         ( sagala, 2006:144)

Dengan demikian, tuntutan pendidikan sekarang dan masa depan harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral manusia Indonesia pada umumnya. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian diharapkan dapat mendudukkan diri secara bermartabat di masyarakat dunia di era globalisasi ini.

Mengenai kecenderungan merosotnya pencapaian hasil pendidikan selama ini, langkah antisipatif yang perlu ditempuh adalah mengupayakan peningkatan partisipasi masyarakat terhadap dunia pendidikan, peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, serta perbaikan manajemen di setiap jenjang, jalur, dan jenis pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah, khususnya di kabupaten/kota, seyogyanya dikaji lebih dulu kondisi obyektif dari unsur-unsur yang terkait pada mutu pendidikan, yaitu: (1) Bagaimana kondisi gurunya? (persebaran, kualifikasi, kompetensi penguasaan materi, kompetensi pembelajaran, kompetensi sosial-personal, tingkat kesejahteraan); (2) Bagaimana kurikulum disikapi dan diperlakukan oleh guru dan pejabat pendidikan daerah?; (3) Bagaimana bahan belajar yang dipakai oleh siswa dan guru? (proporsi buku dengan siswa, kualitas buku pelajaran); (4) Apa saja yang dirujuk sebagai sumber belajar oleh guru dan siswa?; (5) Bagaimana kondisi prasarana belajar yang ada?; (6) Adakah sarana pendukung belajar lainnya? (jaringan sekolah dan masyarakat, jaringan antarsekolah, jaringan sekolah dengan pusat-pusat informasi); (7) Bagaimana kondisi iklim belajar yang ada saat ini?. (sutikno,2005:2)

Semua pertanyaan diatas mengindikasikan bahwa proses reformasi pendidikan menuju suatu model pendidikan yang bermutu, ada baiknya kalau diawali dengan pertanyaan. Dengan demikian sedapat mungkin dilakukan introspeksi terhadap kondisi pendidikan sekarang guna menciptakan pendidikan masa depan yang humanis, bermartabat dan mempunyai daya saing.

Saat ini pendidikan di indonesia di hadapkan pada berbagai fenomena dan indikasi yang sangat tidak kondusif untuk menciptakan sebuah tatanan pendidikan yang maju dan kondusif. Bukan tanpa alasan kalau kita berani mengatakan demikian. Ada sekian banyak kenyataan yang tidak dapat kita pungkiri kebenarannya, antara lain: (1). Rendahnya kualitas dan kuantitas tenaga pengajar pada berbagai jenjang pendidikan. (2).  Masih tingginya angka mismatch guru. (3). Distribusi guru yang belum tepat sasaran. (4). Belum difahami dan diterapkannya prinsip Manajemen Sekolah secara benar, dan berbagai persoalan lainnya.

Dengan demikian perlu dilakukan berbagai macam pembaharuan dan pembaharuan yang diharapkan hendaklah pembaharuan yang integral bukan parsial. Karena pembaharuan parsial tidak obahnya dengan tambal sulam, akibatnya pendidikan Indonesia menjadi compang-camping. Selain itu pembaharuan pendidikan harus mengarah kepada pembentukan tenaga-tenaga terampil yang siap pakai dalam berbagai disiplin ilmu. Target ini menghendaki adanya kolerasi antara apa yang dipelajari di bangku sekolah/perkuliahan dengan kenyataan yang ada di lapangan kerja.

Saat ini masih banyak guru yang bukan berijazah guru (bukan produk dari LPTK), dengan demikian skill dan kompetensi yang dimiliki pun sangat tidak mendukung proses pendidikan. Idealnya pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang merekrut tenaga pendidikan dengan memprioritaskan skill pendidikan. Setiap orang yang terjun kedunia mendidik haruslah memiliki spesialisasi pendidikan. Apapun yang menjadi spesialisasinya, namun bila ingin menjadi guru atau dosen maka hendaklah lebih dulu mempelajari ilmu-ilmu pendidikan.

Oleh sebabitu pembaharuan harus mencakup semua segi pendidikan, baik dari segi tujuan pendidikan, kurikulum dan mata pelajaran, teknis dan metode serta srategi pengajaran, sarana dan fasilitas pendidikan, sistem evaluasi dan lain sebagainya. Pada kesempatan ini penekanannya terletak pada perlunya pengembangan proses pendidikan dengan menggunakan tekhnologi pendidikan. Disini tidak cukup dengan adanya internet di sebuah sekolah (baik SLTP ataupun SLTA dst) tapi bagaimana agar kemajuan teknologi tersebut betul-betul dalam rangka mendukung proses belajar dan mengajar (Buan,2000:11,12)

Solusi

Mutu pendidikan dapat ditingkatkan dengan melakukan serangkaian pembenahan terhadap segala persoalan yang dihadapi. Pembenahan itu dapat berupa pembenahan terhadap kurikulum pendidikan yang dapat memberikan kemampuan dan keterampilan dasar minimal, menerapkan konsep belajar tuntas dan membangkitkan sikap kreatif, demokratis dan mandiri. Perlu diidentifikasi unsur-unsur yang ada di daerah yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses peningkatan mutu pendidikan, selain pemerintah daerah, misalnya kelompok pakar, paguyuban mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat daerah, perguruan tinggi, organisasi massa, organisasi politik, pusat penerbitan, studio radio/TV daerah, media masa/cetak daerah, situs internet, dan sanggar belajar. ((sutikno,2005:2,3)

Upaya perbaikan pendidikan dalam rangka menciptakan pendidikan yang bermutu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja akan tetapi menjadi tanggungjawab kolektif semua elemen bangsa, oleh karena itu marilah bersama-sama kita gapai pendidikan Indonesia yang bermutu, professional dan mampu bersaing diera globalisasi dengan ikhtiar dan doa,  semoga Allah swt senantiasa meridhoi (AA)

Sumber :

  1. Buan, S. I. H, Lc,Dpl.Ed, 2000. Orientasi Pendidikan dalam tantangan modernitas. Dipublikasikan di Jurnal OASE edisi 16.
  2. Sutikno, S.M, 2005. Pendidikan sekarang dan masa depan. Homepage Pendidikan Network

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s